LISTRIK
Selamat datang sahabat semua, terimakasih telah mengunjungi blog
saya. untuk artikel kali ini, Saya akan berbagi sedikit pemahaman tentang
Listrik/Kelistrikan yang tentunya bertujuan untuk menambah dan memperkuat
pemahaman sahabatku semua tentang arti dan makna dari listrik yang sebenarnya.
Oke, mari kita mulai saja pembelajaran kita tentang
listrik/kelistrikan
Apa itu Listrik / Kelistrikan ?
Kelistrikan adalah sifat benda
yang muncul dari adanya muatan listrik.
Listrik
adalah kondisi dari partikel subatomik tertentu, seperti elektron dan proton, yang
menyebabkan penarikan dan penolakan gaya di antaranya.
Listrik juga
bisa diartikan sumber energi yang disalurkan melalui kabel. Arus listrik
timbul karena muatan listrik mengalir dari saluran positif ke saluran negatif.
Bersama
dengan magnetisme, listrik membentuk interaksi fundamental yang dikenal
sebagai elektromagnetisme. Listrik memungkinkan terjadinya banyak fenomena fisika yang
dikenal luas, seperti petir, medan
listrik, dan arus listrik. Listrik digunakan dengan luas di dalam
aplikasi-aplikasi industri seperti elektronik dan tenaga listrik.
Sifat - Sifat Listrik
Listrik memberi kenaikan
terhadap 4 gaya
dasar alami, dan sifatnya yang tetap dalam benda yang
dapat diukur. Dalam kasus ini, frasa "jumlah listrik" digunakan juga
dengan frasa "muatan listrik" dan juga "jumlah muatan". Ada
2 jenis muatan listrik: positif dan negatif.
Melalui eksperimen,
muatan-sejenis saling menolak dan muatan-lawan jenis saling menarik satu sama
lain. Besarnya gaya menarik dan menolak ini ditetapkan oleh hukum
Coulomb. Beberapa efek dari listrik didiskusikan dalam fenomena
listrik dan elektromagnetik.
Satuan unit SI dari
muatan listrik adalah coulomb, yang memiliki singkatan
"C".
Simbol Q digunakan
dalam persamaan untuk mewakili kuantitas listrik atau muatan.
Contohnya, "Q=0,5
C" berarti "kuantitas muatan listrik adalah 0,5 coulomb".
Jika listrik mengalir melalui
bahan khusus, misalnya dari wolfram dan tungsten,
cahaya pijar akan dipancarkan oleh logam itu.
Bahan-bahan seperti itu dipakai dalam bola lampu (bulblamp atau bohlam).
Setiap kali listrik mengalir
melalui bahan yang mempunyai hambatan, maka
akan dilepaskan panas. Semakin besar arus listrik, maka panas yang timbul akan
berlipat. Sifat ini dipakai pada elemen setrika dan kompor listrik.
Bersahabat Dengan Listrik
Aliran listrik mengalir dari
saluran positif ke saluran negatif. Dengan listrik arus searah jika
kita memegang hanya kabel positif (tapi tidak memegang kabel negatif), listrik
tidak akan mengalir ke tubuh kita (kita tidak terkena strum). Demikian pula
jika kita hanya memegang saluran negatif.
Dengan listrik
arus bolak-balik, Listrik bisa juga mengalir ke bumi (atau lantai rumah). Hal
ini disebabkan oleh sistem perlistrikan yang menggunakan bumi sebagai acuan
tegangan netral (ground). Acuan ini, yang biasanya di pasang di dua tempat
(satu di ground di tiang listrik dan satu lagi di ground di rumah). Karena itu
jika kita memegang sumber listrik dan kaki kita menginjak bumi atau tangan kita
menyentuh dinding, perbedaan tegangan antara kabel listrik di tangan dengan
tegangan di kaki (ground), membuat listrik mengalir dari tangan ke kaki
sehingga kita akan mengalami kejutan listrik ("terkena strum").
Daya listrik dapat disimpan,
misalnya pada sebuah aki atau batere. Listrik yang kecil, misalnya yang
tersimpan dalam batere, tidak akan memberi efek setrum pada tubuh. Pada aki
mobil yang besar, biasanya ada sedikit efek setrum, meskipun tidak terlalu
besar dan berbahaya. Listrik mengalir dari kutub positif batere/aki ke kutub
negatif.
Sistem listrik yang masuk ke
rumah kita, jika menggunakan sistem listrik 1 fase,
biasanya terdiri atas 3 kabel:
Pertama adalah kabel
fase (berwarna merah/hitam/kuning) yang merupakan sumber
listrik bolak-balik (fase positif dan fase negatif berbolak-balik terus
menerus). Kabel ini adalah kabel yang membawa tegangan dari pembangkit tenaga
listrik (PLN misalnya); kabel ini biasanya dinamakan kabel panas (hot), dapat
dibandingkan seperti kutub positif pada sistem listrik arus searah (walaupun
secara fisika adalah tidak tepat).
Kedua adalah kabel
netral (berwarna biru). Kabel ini pada dasarnya adalah kabel
acuan tegangan nol, yang disambungkan ke tanah di pembangkit tenaga listrik,
pada titik-titik tertentu (pada tiang listrik) jaringan listrik dipasang kabel
netral ini untuk disambungkan ke ground terutama pada trafo penurun tegangan
dari saluran tegangan tinggi tiga jalur menjadi tiga jalur fase ditambah jalur
ground (empat jalur) yang akan disalurkan kerumah-rumah atau kelainnya.
Untuk mengatasi kebocoran
(induksi) listrik dari peralatan tiap rumah dipasang kabel tanah atau ground
(berwarna hijau-kuning) dihubungkan dengan logam (elektroda) yang ditancapkan
ke tanah untuk disatukan dengan saluran kabel netral dari jala listrik dipasang
pada jarak terdekat dengan alat meteran listrik atau dekat dengan sikring.
Dalam kejadian-kejadian badai
listrik luar angkasa (space electrical storm) yang besar, ada kemungkinan arus
akan mengalir dari acuan tanah yang satu ke acuan tanah lain yang jauh letaknya.
Fenomena alami ini bisa memicu kejadian mati lampuberskala
besar.
Ketiga adalah kabel
tanah atau Ground (berwarna hijau-kuning). Kabel ini adalah
acuan nol di lokasi pemakai, yang disambungkan ke tanah (ground) di rumah
pemakai, kabel ini benar-benar berasal dari logam yang ditanam di tanah di
rumah kita, kabel ini merupakan kabel pengamanan yang disambungkan ke badan
(chassis) alat2 listrik di rumah untuk memastikan bahwa pemakai alat tersebut
tidak akan mengalami kejutan listrik.
Kabel ketiga ini jarang
dipasang di rumah-rumah penduduk, pastikan teknisi (instalatir)
listrik anda memasang kabel tanah (ground) pada sistem listrik di rumah.
Pemasang ini penting, karena merupakan syarat mutlak bagi keselamatan anda dari
bahaya kejutan listrik yang bisa berakibat fatal dan juga beberapa alat-alat
listrik yang sensitif tidak akan bekerja dengan baik jika ada induksi listrik
yang muncul di chassisnya (misalnya karena efek arus
Eddy).
Komentar
Posting Komentar